baca artikel photo essay ini https://www.buzzfeed.com/ahmedaliakbar/this-powerful-photo-series-captures-the-public-places-muslim jadi inget pas tinggal di seoul 9 tahun lalu pernah shalat di tangga darurat suatu mall di daerah dongdaemun karena tidak ada fasilitas mushola.

Saya bersama 2 teman memutuskan shalat di area itu karena lokasinya terpencil. kami sadar kami sedang bertamu sekolah di negara itu, kami tentu memikirkan warga lokal (yang mayoritas non muslim) agar tidak kaget/shock melihat rutinitas yang belum ataupun tidak pernah mereka lihat sebelumnya.

Benar saja, sudut tangga darurat yang kami pilih bukannya sepi malah banyak warga lokal lalu lalang sehingga melihat kami shalat (karena tangga sempit kami tidak bisa shalat berjamaah, jadi kami lakukan bergantian). Ada yang hanya melihat tanpa ekspresi, ada yang sempat berhenti sejenak mencoba memahami apa yang sedang kami lakukan, ada juga yang sempat terlihat gusar/ketakutan. Supaya memecah ketegangan saya & teman sempat melempar senyum ke 1-2 pengunjung dan direspon cukup baik oleh beberapa warga lokal.

Itu jadi salah satu pengalaman yang tidak terlupakan & bikin kami belajar tentang arti toleransi.

Happy Friday!
Selamat Jumatan!

View on Path

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s